Simon Bolivar disebut juga sebagai "George Washington dari Amerika Selatan". Meskipun mimpinya mempersatukan seluruh Amerika Latin tidak terlaksana menjadi kenyataan, usahanya berhasil membebaskan ham[ir semua kawasan Utara Amerika Selatan dari penjajahan.
Pada 1819, setelah beberapa usaha dan melalui beberapa tahun, tentara pemberontak di bawah komando Simon Bolivar mengalahkan Spanyol di Bogota, Kolombia. 2 tahun kemudian Bolivar mendapat kemenangan besar lagi, membebaskan Venezuela dari penjajahan Spanyol.
Dalam Kongres Cucuta pada 1821, Republik Federal Kolombia berdiri dan Bolivar menjadi presiden yang pertama. Republik baru ini memperluas federasi yang sebelumnya yang dilahirkan pada 1819.
Untuk membedakannya dari negara modern Kolombia, republik ini dinamai Gran Colombia. Selama beberapa tahun kemudian Gran Colombia membanu provinsi-provinsi didalamnya, yaitu Bolivia, Ekuador, Panama dan Peru, mendapatkan kemerdekaan dari Spanyol.
Begitu perang dengan Spanyol berhenti, Gran Colombia berada dalam perselisihan regional dan antarbagian. Bolivar terpilih kembali menjadi presiden pada tahun 1826, tetapi tidak dapat menyelesaikan masalah republik yang tengah terpecah-pecah. Bolivar mundur dari jabatan pada 1830.
Setahun kemudian provinsi-provinsi didalam Gran Colombia kecuali Panama, berdiri sendiri menjadi negara. Panama tetap menjadi provinsi Gran Colombia sampai akhirnya Amerika Serikat membantu provinsi tersebut untuk memerdekakan diri dari Gran Colombia pada 1903.